CV INTI FAREZA Pekerjaannya Terlihat Amburadul

oleh -8 Dilihat
oleh

Jawa Timur (Globaldrafnews.com) – Melaui program Pemerintah dalam upaya untuk meningkatnya produktifitas hasil tanam para petani, maka bantuan Pembangunan Jaringan Irigasi di peruntukan bagi penerima manfaat dalam hal ini kelompok tani yang di kerjakan secara swakelola. Agar hasil yang didapat dari saluran Irigasi menjadi bagus kuat dan manfaatnya bisa di rasakan oleh para petani setempat.

Pekerjaan proyek TPK-003 Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier dari Dinas Pertanian dan Pangan di Desa Gumuk Kecamatan Licin Kabupaten nampak awut-awutan alias asal-asalan masih tidak sempurna ini menjadi sorotan banyak pihak/publik, Minggu (25/6/2023).

Proyek dari Dinas Pertanian yang di kerjakan oleh CV INTI FAREZA terkesan kurang bagus dalam pekerjaannya, nampak dengan jelas bahwa dinding-dinding tidak di ratakan, sehingga terlihat sangat berantakan (amburadul) semuanya.

Anggaran dari APBD Tahun 2023 dengan nilai kontrak anggarannya cukup Fantastis Rp 185.394.000,- (Seratus Delapan Puluh Lima Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Empat Ribu Rupiah) mestinya pekerjaan proyek ini lebih rapi dan baik, namun dari pihak pelaksananya di duga ada mark up kong kalikong dengan CV tersebut, hingga tak pedulikan pekerjaannya terlihat sempurna, yang penting kejar target dan selesai.

Ketika awak media mengetahui pekerjaan tersebut, ada salah satu tokoh masyarakat sebut saja Yok saat di konfirmasi oleh media mengatakan, “saya mengetahui pekerjaan proyek ini kalau saya amati tidaklah rapi atau kurang sempurna, sebab tepi dinding kanan dan kiri belum di ratakan sama sekali, bahkan tidak ada servis kontrol pembenahan terkait pembangunan Jaringan Irigasi tersebut nampak acak-acakan,” tuturnya Yok.

“Mengapa kok setiap ada proyek pembangunan kebanyakan terlihat amburadul berantakan…. Ya, padahal ini anggaran dari Pemerintah, seharusnya CV INTI FAREZA dari segi pekerjaannya itu lebih baik dan tertata rapi kesempurnaannya dalam mengerjakan Pembangunan Jaringan Irigasi biar tidak ada ganjalan-ganjalan di kemudian hari,” tambahnya Yok.

Artinya CV INTI FAREZA dengan Dinas Pertanian di duga ada mark up terkait anggarannya tidak sesuai RAB atau SPEG.

Maka CV INTI FAREZA tersebut dengan jelas tidak transparan dan tidak mengindahkan undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang, Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tidak di ketahui oleh Pemerintah/pejabat publik terkait penyelenggaraan pemerintah untuk masyarakat. (Edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.