Diduga Wakil Kepala Sekolah SMUN 1 Delitua Bersikap Arogan

oleh -2 Dilihat

Sumatera Utara (Globaldrafnews.com) – Saat awak media mendatangi Sekolah SMUN 1 Delitua, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara untuk mencoba konfirmasi perihal dugaan uang bulanan yang diduga dikutip sebesar Rp. 75.000,00 (Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah) disekolah tersebut. Namun, Awak media tidak bertemu dengan Kepala Sekolah Tohom Paha Mei Banjarnahor. S.Pd. M.si.

Simalango Selaku Wakil Kepala Sekolah SMUN 1 Delitua Bagian Humas mengatakan tidak ada Disekolah.

“Ada apa rupanya,” tanya Simalango Wakil Humas kepada awak media,

“Mau konfirmasi perihal pengutipan uang bulanan yang diduga dikutip oleh pihak sekolah sebesar Rp.75.000,00 (Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah),” tanya Awak media.

“Tidak mencukupi, walau pun ada dana bos tetap tidak mencukupi semua pengeluaran untuk penggajian guru Honor dan serta satpam, kami selalu kekurangan, belum lagi Insentif kami belum keluar,” ujar Wakil humas tersebut.

“Saya sibuk,” katanya dan pergi meninggalkan lapangan parkir.

Selanjutnya ia mengatakan, “Jadi sebaiknya orang media itu, mau ngapain lagi datang, buat apa lagi di konfirmasi sekolah ini, semua sudah saya jelaskan,” ungkap wakil/humas Simalango dengan sikap penuh arogan.

Seperti kita ketahui Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Kepala Sekolah sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) satu ekuvalen dengan pelaksanaan pembelajaran atau pembimbingan sebagaimana dimaksud pasal (4) empat ayat 3 dan ayat (4) yang merupakan bagian dari pemenuhan beban kerja selama 37,5 (Tiga Puluh Tujuh Koma Lima) jam kerja efektif. Namun Kepala Sekolah Tohom Paha Mei Banjarnahor tersebut diduga tidak menepati peraturan tersebut.

Dengan jumlah murid sekitar 1155 (Seribu Seratus Lima Puluh Lima ) siswa dan Guru pengajar sebanyak 70 orang bagaimana seorang pimpinan Kepala Sekolah diduga melepas tanpa adanya pengawasan dan perhatian terhadap sekolahnya tersebut.

Hal ini sangat disayangkan oleh awak media, sebagai mana tupoksinya dalam melaksanakan peliputan informasi berita dengan dugaan Kepala sekolah SMU Negeri 1 Delitua sering tidak masuk sekolah.

Dimohonkan Kepada Kepala Dinas Pendidikan Tingkat Provinsi Sumatera Utara agar bisa memberikan sanksi tegas terhadap kepada Kepala sekolah tersebut.

Tugas tersebut seharusnya diketahui kepala Sekolah bahwa tugas pokok dan fungsi kepala sekolah menjadi (1) tugas administrasi, (2) tugas supervisi, (3) tugas memimpin, (4) tugas sebagai manajer, (5) tugas kewirausahaan, (6) tugas sebagai inovator, (7) tugas mengembangkan kurikulum, dan (8) tugas sebagai penggerak.

Sampai berita ini dimuat, kepala sekolah SMUN 1 Delitua belum bisa dimintai keterangannya. (Desi munthe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.