Gudang Minyak Goreng Bekas di Daur Ulang Kembali

oleh -1 Dilihat
oleh

Jawa Timur (Globaldrafnews.com) – Minyak goreng bekas (minyak goreng gak layak di konsumsi) alias minyak jelantah dari CV Kamila Berkah Mulia dusun Suko RT 02, RW 01, Desa Benelan Kidul Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi hal ini membuat banyak pertanyaan.

Ternyata gudang tersebut di gunakan aktifitas penimbunan minyak goreng bekas atau jelantah yang berwarna kecoklatan atau sudah agak kehitaman tidak layak konsumsi. Sebagai minyak goreng yang asli layak konsumsi harus berwarna kuning jernih atau minyak dari CPO asli tentunya, Rabu 3 Juli 2024.

Namun cukup sangat di sayangkan minyak goreng bekas atau jelantah milik Haji Holik di jual kembali lagi kepada konsumen atau pembeli, tidak tahu bahwa minyak tersebut sudah di daur ulang oleh pekerja lewat beberapa drum penampungan minyak jelantah secara sembunyi.

Tahukah bahaya kalau minyak jelantah di konsumsi kembali akan menimbulkan dampak bagi kesehatan kita bisa menyebabkan, berbagai komplikasi serius seperti penyakit diabetes dan penyakit jantung.

Secara rinci dapat di jelaskan bahwa minyak jelantah dapat menjadi media penyerapan Radikal bebas yang ikut terserap kedalam makanan yang di goreng, selanjutnya makanan masuk ke dalam tubuh dan senyawa radikal bebas akan mengoksidasi sel – sel dalam organ tubuh secara perlahan, jadi zat tersebut akan menjadi karsinogen penyebab kanker.

Oleh karena itu minyak jelantah di larang di jual kembali apalagi sampai di duga memakai bahan kimia hingga bisa di daur ulang kembali menjadi minyak goreng tanpa di ketahui cara proses yang tepat dan benar.

Sebelumnya kami tim media dan LSM FORMASI mencoba konfirmasi sama Pak Kades sebagai pemangku wilayah Desa Benelan Kidul Habib menjelaskan kepada media Globaldrafnews.com, “Bahwa di daerah saya memang ada gudang minyak curah atau bisa di bilang minyak bekas, tapi saya belum pernah masuk ke lokasinya, hanya saja pemilik Haji Holik mempercayai kepada Mr Aris sebagai kepercayaannya untuk mengelola minyak tersebut, secara pasti di kemasan botol minyak goreng tersebut memakai barcode untuk menunjukan perizinan nya, namun melihat keabsahannya belum bisa di pastikan barcode nya kok tidak bisa muncul berulangkali hingga sampai sekarang menunggu barcode nya belum muncul,” terangnya kata Habib.

“Yang menjadi keraguan saya barcode ini asli atau palsu, kok sampai di lihat beberapa kali tidak bisa muncul barcode nya yang ada di kemasan tersebut,” tambahnya.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.