Kades Pulau Batang Yakinkan Sudah Dilaksanakan Rapat Kedua Tentang Penetapan Nilai Kompensasi Lahan

oleh -1 Dilihat
oleh

Poto Dokumentasi : Peserta rapat pihak perusahaan pengembang dengan warga masyarakat Desa Pulau Batang pada 1 Desember 2023 yang lalu.

Kisruh tentang pengurangan nilai dana kompensasi lahan untuk area usaha perkebunan dan perikanan di Desa Pulau Batang, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, belum lagi jernih.
Bantah membantah masih terus terjadi diantara dua kelompok masyarakat Desa Pulau Batang.
Untuk itu mari kita simak penjelasan Kades Pulau Batang pada alenia berikut ini, kesannya Beliau mencoba memberikan penjelasan kepada publik tentang apa yang sudah terjadi.

Kepri (Globaldrafnews.com) – Untuk menyingkap kisruh yang terjadi di Desa Pulau Batang, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Tentang pencairan dana kompensasi lahan sebesar 3 juta rupiah yang diserahkan kepada warga masyarakat Desa Pulau Batang baru-baru tadi, yang juga sempat melahirkan protes dari beberapa warga desa yang merasa kurang senang dengan nilai tersebut, karena menurut mereka (masyarakat) bahwa, pada musyawarah beberapa bulan yang lalu, pihak perusahaan bersedia membayar dana kompensasi lahan desa tersebut sebesar 6 juta rupiah kepada masing-masing Kepala Keluarga se – Desa Pulau Batang, tau-tau sekarang dibayar hanya 3 juta, itulah penyebab timbulnya protes warga.

Atas protes beberapa orang warga desa tersebut, kami mencoba menghubungi Kades Pulau Batang, yaitu saudara Amran melalui sambungan telpon seluler, Sabtu (08/06/24) sore.
Melalui percakapan via telpon ini, Amran dengan mantap menjelaskan, Perubahan angka dari 6 juta rupiah menjadi 3 juta rupiah, atas dasar musyawarah kedua yang pernah mereka laksanakan di desa beberapa waktu silam, dan dikatakan oleh Kades bahwa, perwakilan masyarakat yang hadir dalam rapat kedua tersebut, yang terdiri dari Kepala Dusun, Ketua RW dan Ketua RT, termasuk juga ada para tokoh masyarakat se – Desa Pulau Batang, ditegaskan oleh Kades bahwa peserta rapat menyetujui angka 3 juta itu, mereka yang hadir sangat menyetujui terhadap permintaan pihak perusahaan yang hanya sanggup memberikan kompensasi lahan sebesar 3 juta rupiah.
Selanjutnya diterangkan oleh Kades, Dia meminta kepada Perwakilan masyarakat yang hadir pada rapat kedua itu, agar peserta rapat kedua yang terdiri dari Ketua RW dan RT, agar mereka mensosialisasikan kepada warga masyarakat masing-masing di wilayah RW dan RT setempat.

Kembali ditegaskan oleh Kades bahwa, melalui perwakilan rapat kedua tersebut, yaitu Ketua RW dan Ketua RT kembali memberikan informasi ke pihak desa bahwa, masyarakat setuju dengan hasil keputusan rapat kedua itu, dan atas dasar itulah akhirnya Kades mengurus proses pencairan dana kompensasi yang dimaksud.

Dijelaskan juga oleh Kades, hal ini disetujui oleh masyarakat dengan pertimbangan bahwa, lahan rencana usaha perkebunan dan perikanan yang akan digunakan pihak perusahaan pengembang di desa mereka tersebut tidak begitu luas, hanya sekitar dua ratus hektar lebih sedikit saja, karena itulah sehingga masyarakat dapat menerimanya, demikian dijelaskan Kades pada percakapan via telpon, Sabtu (08/06/24) sore.

Untuk membenarkan penjelasan Kades tentang rapat kedua itu, kami meminta salinan berita acara dan tanda tangan peserta rapat yang menyetujui hasil musyawarah itu, dan Kades berjanji akan segera membantu mengirimkan salinan Berita Acara yang dimaksud.

Pernyataan Kades ini diperkuat oleh penjelasan saudara Surianto yang sempat menghubungi kami melalui sambungan telpon, dan Surianto yang mengaku bahwa Dia berada di pihak Perusahaan pengembang, Surianto juga menjelaskan bahwa, sebelum dana yang 3 juta itu dicairkan, Beliau hadir dalam rapat kedua itu, dan Beliau menyaksikan bahwa perwakilan masyarakat yang hadir saat itu menyetujui atas penawaran perusahaan atas nilai kompensasi lahan yang dimaksud “Jadi semuanya sudah jelas, masyarakat sudah setuju dengan angka 3 juta rupiah yang akan dibayar dua tahap itu” demikian maksud dari penyampaian saudara Surianto yang juga menghubungi kami pada hari yang sama ini, Sabtu (08/06/24).

Untuk informasi selanjutnya, kami masih menunggu janji Kades untuk mengirimkan salinan lembaran Berita Acara Rapat Kedua itu, dan kami akan terus menggiring permasalahan ini sampai benar-benar terang benderang, agar jangan ada lagi silang pendapat ditengah sosial masyarakat Kabupaten Lingga, khususnya masyarakat Desa Pulau Batang. (Suryadi Hamzah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.