Keluhkan Kondisi Jalan Rusak, Warga Bergotong-Royong Tambal Lubang di Kecamatan Kalianda.

Lampung (Globaldrafnews) – Mirisnya jalan raya Dusun Lima Umbul Tengah, Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, sepertinya belum terjamah dan perhatian dari pihak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Di karena banyaknya pengguna jalan umum tersebut mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak juga berlubang, dan ketika terjadi hujan air meluap dan saat panas berdebu.

Jalur yang merupakan akses jalan alternatif masyarakat dari beberapa kecamatan dan daerah tersebut, dari jalur arah Patok, Kecamatan Way Panji, Way Megat, Sidomakmur, Marga catur, Kecamatan Palas, Sukajadi, Sukatani, yang menunju akses jalur terdekat ibu Kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Saat Awak Media melintasi menuju ke kota Kalianda, tanpa jalur alternatif lain, terpaksa melewati akses jalan yang rusak parah dan banyaknya lubang yang besar. Banyak Masyarakat sekitar mengeluhkan kondisi jalan tersebut, khususnya pengendara yang melintas menuju, atau sebaliknya dari arah pondok pesantren (Ponpes) Babul Hikmah, Dusun Lima Umbul Tengah sebagai jalur akses penting lalu lalang warga masyarakat sekitar dan juga jalur  pengangkut hasil bumi tanam tumbuh warga, seperti jagung, padi, pisang dan lainya.

Warga masyarakat Dusun Lima Umbul Tengah sekian lama jalan yang mereka lalui tanpa dan belum ada sentuhan perbaikan dari pihak pemerintah setempat, dengan ide inesiatif serta respon secara tanggap kesadaran dari masyarakat, apalagi dalam situasi saat ini pandemi Covid-19 dan PPKM Level 4 ini, warga mengadakan kegiatan bergotong-royong melakukan perbaikan jalan berlubang seadanya dan semampunya, karena selama ini mungkin belum ada bentuk program pembangunan yang merata dari pihak pemerintah daerah (Pemda). Khususnya dari pihak terkait Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lamsel, Sabtu (21/8/2021).

Menurut keterangan warga setempat, data laporan administrasi jalan rusak dan berlubang tersebut sebelumnya sudah pernah diserahkan/dikoordinasikan oleh kepala Desa Kedaton dan kepada Kantor Unit Pelayanan Teknis (KUPT), serta Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, dikatakan karena masuk dalam wilayah Desa Kedaton.

Diketahui jalan poros yang rusak parah tersebut lebih kurang berukuran sekitar 3 KM menuju ke Gedung Olah Raga Way Handak (GWH), apalagi sangat berdekatan jaraknya dengan salah satu dari Pondok Pesantren (Ponpes) Babul Hikmah, Dusun Lima Umbul Tengah, Desa Kedaton.

Karena akses jalan tersebut yang menuju atau sebaliknya ke arah Kota Kalianda sudah banyak yang rusak dan berlubang, seperti jalan raya Way Lubuk Sukajaya, dari dulu tidak pernah diperbaiki.

Banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat melintasi menggunakan jalan alternatif tersebut.

Dengan adanya kondisi jalan yang mereka rasakan sudah semakin rusak parah serta tanpa ada rasa kenyamanan saat dilintasi, warga setempat mengadakan gotong-royong menutupi lubang ditengah jalan serta dipinggir jalan, sambil mengharapkan kebijakan dari pemerintah daerah agar segera merespon dengan cepat dan tanggap memperbaiki jalan akses ke Kota Kalianda, Lamsel tersebut.

“Pokoknya bergotong-royong ini atas kemauan kami sebagai warga dan sebagai bentuk kepedulian serta keprihatinan kami terhadap pengguna jalan yang selalu mengeluhkan jalanan rusak parah, yang terkadang sulit untuk dilewati, dan pengguna kendaraan roda dua sering terjadi kecelakaan tunggal akibat lubang tersebut walaupun jalan mereka sudah pelan,” cetusnya warga.

“Agar jalan ini bagus kami mengadakan swadaya masyarakat atas keinginan bersama/sumbangsih untuk biaya operasional gotong-royong tersebut. Kami berharap agar kedepannya bisa lebih bagus lagi, bila perlu pemerintah provinsi mengetahui dalam keluhan kami ini, karena selama ini kami merasa tidak ada bentuk keperdulian atau perhatian dari pemerintah daerah tentunya,” keluhnya.

“Kalau misalnya pemerintah belum bisa menanganinya sekarang, mudah-mudahan bisa menanganinya besok, sementara hari ini kami sebagai masyarakat saja gak apa-apa, walaupun kami ini tidak ada anggaran yang cukup memadai dan hanya ada anggaran dari hamba Allah,” ujarnya. (Ali Imron)