Sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Desa Bandar Rejo Natar.

Lampung (Globaldrafnews.com) – Hj. Winarni Nanang Ermanto jalankan tugas sebagai Duta Swasembada Gizi Lampung Selatan dengan memberikan Sosialisasi 1000 HPK di Kecamatan Natar, Kamis (14/10/2021).

Sosialisasi 1000 HPK ini di laksanakan di Balai Desa Banjar Rejo dan di ikuti oleh dua Desa yaitu Desa Banjar Rejo dan Desa Pancasila.

Selain Sosialisasi dilakukan juga pemberian bantuan kepada keluarga penderita Stunting dari pihak desa yang diserahkan oleh Duta Swasembada Gizi Lampung Selatan.

Dalam sambutannya Camat Natar menyampaikan terkait kasus Stunting
Di Desa Bandar Rejo pada tahun 2020 terdapat 28 kasus dan pada tahun 2021 turun menjadi 22 kasus.

Untuk Desa Pancasila pada tahun 2020 terdapar 12 kasus dan pada tahun 2021 turun menjadi 10 kasus.

Demi menekan angka Stunting kami dari Kecamatan dan Desa Melakukan pembinaan kepada kader kader Posyandu untuk mensosialisasikan program penuntasan stunting. Serta kami menggunakan dana desa untuk menjalankan program tersebut.

Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (Ibu Yani Thamrin), Camat Natar (Bpk. Rendy Eko. S), Kepala Dinas Kesehatan (Bpk. Jhoniansyah), Kepala Desa Bandar Rejo (Bpk Sularto), Pj kepala desa pancasila (Bpk Sutoyo) Serta dihadiri oleh Kepala OPD dari Dinas terkait.

Para Kepala OPD dari Dinas terkait hadir sebagai narasumber yang memberikan paparan terkait program mereka yang terintegrasi dengan program Swasembada Gizi.

Ibu winarni dalam arahannya menyampaikan terkait Covid 19. Lampung Selatan menuju Herd Imunitty wajib vaksin minimal 70 persen dari total populasi.

“Bapak ibu siapa yang belum vaksin? Kalau belum segera Vaksin ya. Vaksin yang akan diberikan ini sudah di uji klinis oleh para ahli, jadi aman untuk semua usia,” arah Winarni

Menurutnya untuk mengejar target itu diperlukan kerjasama antar semua pihak baik dari Pemerintah Daerah, Kecamatan, Desa, TNI, Polri, serta warga masyarakat.

Jumlah angka stunting di Lampung Selatan pada tahun 2013 kasus Stunting mencapai 43 persen dan ditahun 2019 turun menjadi 29 persen. Maka dari itu untuk menekan angka Stunting dinas kesehatan meluncurkan program Swasembada Gizi

Layanan Swasembada Gizi meliputi, Layanan KIA, Layanan Konseling Gizi, Sanitasi dan Air Bersih, Layanan PAUD, Layanan Sosial.

Ibu Duta Swasembada Gizi juga berinteraksi dengan peserta Sosialisasi dengan memberikan pertanyaan. Bagi yang dapat menjawab ibu Winarni memberikan hadiah.

Menurutnya Sosialisasi penuntasan Stunting dimulai dari Remaja yang dimasa depan akan menjadi ibu dan kepala keluarga.

Dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan lewat agama, kesehatan, dan Hukum, anak remaja ini kedapannya akan menjadi remaja yang memiliki perencanaan yang baik.

Winarni juga menyampaikan prestasi yang telah diraih Lampung Selatan dalam penuntasan Stunting. Penghargaan 1 Program terinovativ se Provinsi Lampung Program terkoperhensif dalam pencagahan stunting. Dan Lampung selatan akan mewakili provinsi lampung ke tingkat nasional dalam program penuntasan stunting.

Selain memberikan Sosialisasi ibu Duta Swasembada Gizi juga mengunjungi Posyandu Melati 1 yang ada di Dusun 3 Desa Bandar Rejo. (Fn)